Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik Universitas Abulyatama (FT Unaya), menyelenggarakan kegiatan kuliah pakar bertema “Pengenalan Internet of Things (IoT) untuk Penyelamatan Korban Bencana guna Memperkuat Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Risiko Bencana”, pada Senin, 12 Oktober 2026, bertempat di Ruang rapat FK Unaya.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Basarnas Banda Aceh sebagai pemateri untuk memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban bencana. Kuliah pakar ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana, mulai dari pemantauan kondisi lingkungan, penyampaian informasi darurat, hingga membantu menemukan lokasi korban secara lebih cepat dan akurat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Sistem Informasi FT Unaya dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di Aceh.
Kepala Basarnas Banda Aceh Paparkan Peran IoT dalam Penyelamatan Korban Bencana
Dalam pemaparannya, Kepala Basarnas Banda Aceh menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR). Dalam situasi bencana, kecepatan memperoleh informasi, ketepatan menentukan lokasi kejadian, dan koordinasi antarpihak merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan proses penyelamatan. Salah satu teknologi yang berpotensi mendukung upaya tersebut adalah Internet of Things (IoT), yaitu teknologi yang memungkinkan perangkat fisik, sensor, dan sistem komunikasi saling terhubung untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan mengolah data.
Melalui penerapan IoT, informasi mengenai kondisi lingkungan dan situasi darurat dapat diperoleh secara lebih cepat sehingga membantu petugas dan pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan. Perangkat pelacak berbasis GPS dan teknologi komunikasi dapat membantu mengirimkan informasi lokasi seseorang dalam keadaan darurat. Informasi ini berpotensi mendukung pencarian korban, terutama ketika terjadi kecelakaan, banjir, tanah longsor, atau kondisi darurat di wilayah yang sulit dijangkau.
Platform digital dapat mengintegrasikan laporan masyarakat, informasi lokasi, data sensor, serta pembaruan kondisi lapangan. Dengan pengelolaan data yang baik, informasi dapat disampaikan kepada pihak terkait untuk mendukung koordinasi dan pengambilan keputusan. Drone yang dilengkapi kamera atau sensor tertentu dapat membantu pengamatan dari udara, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Hasil pengamatan dapat digunakan untuk membantu pemetaan lokasi kejadian dan mendukung perencanaan operasi SAR.
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Abulyatama, Riyan Setiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi digital, termasuk IoT, membuka peluang bagi mahasiswa Sistem Informasi untuk menciptakan berbagai inovasi yang mendukung keselamatan masyarakat. Inovasi tersebut dapat berupa aplikasi pelaporan bencana, sistem informasi lokasi pengungsian, pemetaan wilayah rawan bencana, pemantauan lingkungan, maupun platform penyebaran informasi darurat.
Dekan Fakultas Teknik Unaya, Dr. Ir. Cut Rahmawati, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga penyelamatan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem informasi kebencanaan, meningkatkan kecepatan penyampaian informasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
Ia juga mendorong mahasiswa Fakultas Teknik agar memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Keahlian di bidang teknologi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi bagi keselamatan manusia dan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Dekan Fakultas Teknik berharap terjalin hubungan yang lebih erat antara dunia akademik dan lembaga profesional, khususnya dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, serta penerapan teknologi untuk mendukung kegiatan kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang penelitian terapan dan pengembangan sistem digital yang relevan dengan kebutuhan penanggulangan bencana di Aceh.
Memperkuat Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Inovasi Digital.
