Unaya News

Pengabdian Masyarakat / PKM

Perkuat Pengalaman Mahasiswa, Kesmas dan K3 Unaya Kirim Mahasiswa Magang ke 26 Puskesmas di Pidie

magang merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan.

iqb

photos-fikes magang di pidie-1792658116038-4397.jpg

22 Oktober 2026

Sebanyak 251 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Abulyatama (Unaya) mulai melaksanakan kegiatan magang di 26 puskesmas di Kabupaten Pidie, Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Pelaksanaan magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja, memahami pelaksanaan program kesehatan, serta mempelajari berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis, membangun sikap profesional, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.


Sebelum menjalani penempatan, mahasiswa peserta magang telah mengikuti kegiatan pembekalan pada 7–10 Oktober 2026 di Aula Lantai 2 Unaya. Pembekalan tersebut bertujuan mempersiapkan mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan magang dengan baik, memahami tanggung jawab selama penempatan, serta menjaga etika dan kedisiplinan di lingkungan kerja.


Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Unaya, Dr. Lensoni, M.Kes., menegaskan pentingnya kegiatan magang sebagai bagian dari proses pembelajaran dan persiapan mahasiswa memasuki dunia profesional. “Kegiatan magang merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi, membangun sikap profesional, serta memahami kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung.”


Pengalaman belajar di lapangan memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami penerapan teori, mengembangkan kemampuan beradaptasi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di dunia kerja.


Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Uniaya, Pasyamei Rembune Kala, S.SiT., M.K.M., menekankan bahwa penempatan mahasiswa di puskesmas merupakan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pelaksanaan program kesehatan masyarakat. “Melalui kegiatan magang di puskesmas, mahasiswa Kesehatan Masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam memahami pelaksanaan program kesehatan, upaya promotif dan preventif, serta berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membentuk lulusan yang kompeten dan responsif terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.” Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kesmas diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam memahami kebutuhan masyarakat, mendukung kegiatan promosi kesehatan, serta mengenali pelaksanaan program kesehatan sesuai dengan tugas dan kesempatan belajar di lokasi penempatan.


Ketua Program Studi K3 Uniaya, Taufiq Karma, M.Si., pentingnya pengalaman lapangan dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. “Kegiatan magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa K3 untuk memperluas wawasan dan memahami penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam lingkungan praktik. Kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, memahami upaya pengendalian risiko, serta mengembangkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan kompetensi yang dipelajari.” Pengalaman lapangan diharapkan membantu mahasiswa K3 memperkuat pemahaman mengenai identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta upaya pencegahan kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup kegiatan magang dan arahan pembimbing.

Ketua Panitia Magang, Ully Fitria, SKM., MKM., menjelaskan pentingnya persiapan mahasiswa sebelum menjalankan kegiatan di lokasi penempatan, termasuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap arahan pembimbing lapangan. “Pelaksanaan magang ini telah diawali dengan pembekalan bagi mahasiswa sebagai persiapan sebelum menjalankan kegiatan di lokasi penempatan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan disiplin, menjaga etika, mematuhi arahan pembimbing lapangan, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas di puskesmas.”


Pembekalan tersebut menjadi salah satu tahapan persiapan sebelum mahasiswa menjalankan aktivitas magang. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, melaksanakan tugas sesuai arahan, serta menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan magang bagi 251 mahasiswa di 26 puskesmas Kabupaten Pidie diharapkan dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai mitra pembelajaran. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan lapangan sekaligus memahami peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Bagi Program Studi Kesmas dan K3 Universitas Abulyatama, kegiatan magang juga menjadi bagian dari upaya mendukung proses pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan akademik, keterampilan praktis, dan pembentukan sikap profesional. Seluruh mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal, menjaga kedisiplinan, menghormati masyarakat dan tenaga kesehatan di lokasi penempatan, serta menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui kegiatan magang ini, Universitas Abulyatama terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu berkontribusi dalam bidang kesehatan masyarakat maupun keselamatan dan kesehatan kerja.