Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Abulyatama (Unaya), menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertema “Pemanfaatan Pembangkit Tenaga Surya di Aceh untuk Inovasi dan Kemandirian Energi Lokal”, pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Ruang rapat FK. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Nurul Hamdi, Manajer PT Deztron, sebagai narasumber yang membahas perkembangan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), peluang pemanfaatannya di Aceh, serta peran teknologi energi terbarukan dalam mendukung pembangunan dan kemandirian energi masyarakat.
Kuliah pakar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu teknik mesin dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Nurul Hamdi Paparkan Potensi dan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya menurutnya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu alternatif penyediaan energi yang memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan energi listrik. Teknologi ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Aceh, mengingat potensi energi matahari yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun, dengan tetap memperhatikan variasi cuaca, kondisi geografis, dan karakteristik setiap lokasi.
Materi yang disampaikan mencakup prinsip kerja PLTS, komponen utama sistem, penerapan teknologi, serta tantangan dan peluang pengembangan energi surya di tingkat lokal.
Secara teknis, sistem PLTS memanfaatkan panel fotovoltaik untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik arus searah (DC). Listrik tersebut kemudian dapat dikonversi menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter agar dapat digunakan oleh berbagai peralatan listrik. Sistem juga dapat dilengkapi baterai untuk menyimpan energi, terutama pada instalasi yang membutuhkan pasokan listrik ketika matahari tidak bersinar atau ketika jaringan listrik mengalami gangguan. Selain membahas manfaatnya, materi kuliah pakar juga menekankan pentingnya memperhitungkan kebutuhan beban listrik, kapasitas panel, efisiensi sistem, kondisi pemasangan, biaya investasi, pemeliharaan, serta umur pakai komponen. Perencanaan yang tepat diperlukan agar sistem PLTS dapat beroperasi secara aman, efisien, dan ekonomis. Dalam konteks inovasi daerah, pemanfaatan energi surya tidak hanya berkaitan dengan pemasangan panel, tetapi juga membuka peluang pengembangan kemampuan teknis lokal, jasa instalasi, pemeliharaan, pemantauan kinerja sistem, dan pengembangan usaha di bidang energi terbarukan.
Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa penguasaan teknologi energi membutuhkan pemahaman lintas bidang, mulai dari mekanika, perpindahan panas, material, sistem kelistrikan, hingga manajemen energi dan analisis ekonomi.
Ketua Program Studi Teknik Mesin Unaya Dr. Iqbal, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan kuliah pakar sebagai sarana untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, mahasiswa Teknik Mesin perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan transformasi energi dengan meningkatkan kompetensi, kreativitas, kemampuan analisis, dan keterampilan dalam menerapkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, merupakan salah satu bidang yang dapat menjadi ruang kontribusi bagi lulusan Teknik Mesin. Pengetahuan tentang sistem termal, material, perawatan peralatan, efisiensi energi, dan rekayasa sistem dapat mendukung penerapan teknologi tersebut secara lebih optimal.
Dr. Iqbal juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi mampu mengembangkan gagasan dan solusi teknis yang menjawab persoalan nyata di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Mesin berharap terbangun kolaborasi yang lebih erat dengan dunia industri sehingga mahasiswa memperoleh wawasan praktis, mengenal kebutuhan kompetensi profesional, serta memiliki kesiapan menghadapi perkembangan teknologi energi pada masa mendatang.
Dekan Fakultas Teknik Unaya, Dr. Ir. Cut Rahmawati, S.T., M.T., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan kebutuhan energi masyarakat. Aceh memiliki peluang untuk mengembangkan pemanfaatan energi surya sesuai dengan potensi dan kebutuhan di setiap wilayah.
Dekan Fakultas Teknik juga menekankan bahwa kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi industri merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui interaksi langsung dengan narasumber yang memiliki pengalaman profesional, mahasiswa diharapkan dapat memahami penerapan teknologi secara lebih nyata, sekaligus mengenali tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek di lapangan. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan melalui kuliah pakar, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, Fakultas Teknik Universitas Abulyatama dapat berkontribusi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu mendukung pembangunan Aceh.
Mendorong Inovasi dan Kemandirian Energi Lokal.
Kegiatan kuliah pakar ini menegaskan bahwa pengembangan pembangkit listrik tenaga surya memiliki peluang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi, meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, dan memperluas pemanfaatan teknologi energi terbarukan di Aceh. Namun, keberhasilan penerapannya membutuhkan perencanaan teknis yang matang, dukungan sumber daya manusia yang kompeten, pembiayaan yang sesuai, pemeliharaan berkala, serta edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan dan perawatan sistem.
Bagi mahasiswa Teknik Mesin, perkembangan teknologi energi surya juga membuka peluang untuk melakukan penelitian dan mengembangkan inovasi, seperti sistem pemasangan panel yang lebih efektif, pengelolaan panas pada panel, pemantauan kinerja pembangkit, serta pemanfaatan energi surya untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Melalui kuliah pakar ini, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Unaya berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya penguasaan teknologi energi terbarukan dan mampu mengambil peran dalam pengembangan solusi energi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mewujudkan inovasi teknologi serta mendukung kemandirian energi lokal yang berkelanjutan di Aceh.
